You are here: Home SLD-NEX SEL Lens

Sony SEL E Bayonet Optical System

Komponen pendukung paling penting dari sebuah kamera digital dari jenis dan kelas apapun adalah lensa atau sistem optik. Mengapa demikian? Tidak lain adalah karena cahaya sebagai unsur terpenting dalam sebuah kegiatan fotografi, pertama kalinya harus masuk melalui sistem optik. Jika lensa tersebut tidak sanggup menghantarkan keseluruhan kualitas cahaya yang ada di alam, maka kamera di belakang lensa itu pun sudah pasti tidak dapat bekerja secara optimal. Kamera bekerja dengan cara memproses data cahaya yang masuk melalui lensa. Jika data cahaya yang masuk tidak lengkap / tidak berkualitas, mustahil bagi kamera itu untuk dapat melengkapi data yang luput dari sejak masuk melalui lensa. Jadi, betapapun optimalnya kualitas kamera, ia tetap harus ditunjang dengan sistem optik yang optimal.

Sony yang telah sepenuhnya mengambil-alih infrastruktur optik Minolta beberapa tahun lalu, sudah mengetahui fakta tersebut sedari awal. Itulah sebabnya mengapa Sony Alpha NEX, seperti halnya Sony DSLR atau DSLT, selalu didampingi dengan sistem optik berkualitas terbaik dan paling ekonomis di kelasnya. Bagi Sony, lensa yang mahal belumlah tentu bagus, dan lensa yang bagus tidak selalu harus mahal. Dengan pengalaman riset dan fabrikasi sistem optik dari sejak 1928 di bawah nama Minolta, untuk kemudian sejak 2006 ada di bawah nama Sony dengan visi, misi dan pendanaan yang jauh lebih kuat; pada akhirnya Sony dapat menciptakan sebuah sistem optik yang bukan saja mampu menopang seluruh sistem kamera yang diciptakan olehnya dari berbagai jenis dan kelas, melainkan juga memanjakan konsumen dengan harga yang ekonomis atau efisien, dengan memandang kualitas optik, mekanika dan elektroniknya yang terbaik di kelasnya.

comparedslrsldPerbandingan flange-back distance antara Sony DSLR / DSLT (44mm) dengan Sony Alpha NEX (18mm).

Sistem Sony Alpha NEX dengan sandi lensa SEL, merupakan sebuah sistem optik yang diciptakan benar-benar baru dan berbeda denga sistem optik Sony SAL untuk Sony DSLR / DSLT. Perbedaan terbesar yang harus diakomodasi adalah panjang flange-back distance diantara Sony DSLR / DSLT dan Sony SLD. Flange-back distance adalah jarak antara kepingan lensa paling belakang yang paling dekat dengan sensor, dengan permukaan sensor. Sony DSLR memiliki flange-back distance sejauh 44mm, sedangkan Sony Alpha NEX hanya sependek 18mm. Per 2010 hingga saat ini, Sony Alpha NEX dengan mantap menobatkan dirinya sebagai kamera digital SLD dengan flange-back distance terpendek di dunia, diantara para kompetitornya. Merek kompetitor hanya sanggup menciptakan kamera SLD dengan flange-back distance yang lebih panjang karena keterbatasan teknologi. Dengan flange-back distance terpendek di dunia, tidak mengherankan jika Sony Alpha NEX dapat menjadi kamera SLD paling ringkas di dunia.

Oleh karena perbedaan
flange-back distance tersebut, lensa Sony SEL tidak dapat dipasangkan sama sekali ke sistem Sony DSLR / DSLT. Namun lensa SAL untuk Sony DSLR / DSLT dapat dipasangkan ke Sony Alpha NEX dengan perantaraan Sony Lensa Adapter LA-EA1, dengan fungsi autofokus penuh di lensa-lensa Sony SAL berteknologi SAM atau SSM. Jika Anda ingin sistem autofokus berjalan sempurna, Sony menyediakan Sony Translucent Mirror AF Lens Adapter LA-EA2 yang akan membuat sistem autofokus seluruh lensa Sony SAL berfungsi penuh tanpa kecuali. Selain mengkonversi bentuk bayonet yang berbeda diantara Sony DSLR / DSLT dengan Sony SLD, adaptor ini juga menambah panjang flange-back distance lensa-lensa Sony DSLR / DSLT yang dipasangkan ke seluruh jajaran Sony Alpha NEX. Adaptor tersebut juga dapat digunakan bersama dengan Sony Handycam NEX.

sonysel18200selzeiss2418

Bagi Anda yang sangat gemar menukar-nukar penggunaan lensa merek lain dari berbagai jaman, kelas, dan jenis, tipisnya flange-back distance dari Sony Alpha NEX juga merupakan sebuah keuntungan absolut. Banyak sekali para fotografer profesional kelas berat yang beraliran hardcore dan memiliki sejumlah lensa-lensa Eropa fokus manual terbaik di dunia semisal Rodenstock, Schneider, Sinar, Carl Zeiss for Hasselblad, Leica; bahkan hingga merek optik Jepang lainnya semisal lensa Nikkor, Canon, Olympus OM, Minolta MD, Pentax; bisa bersinergi dengan baik di bayonet Sony Alpha NEX dengan adaptor optik tersebut. Beberapa lensa hardcore yang tadinya tidak dapat bekerja dengan baik di Sony DSLR / DSLT, kini sudah pasti dapat bekerja dengan baik di Sony Alpha NEX.

Sony menyediakan aksesori optik pendukung lensa-lensa Sony SEL yang telah ada sebelumnya. Bila Anda membutuhkan lensa sudut lebar dengan cakupan ruang pandang yang lebih lebar daripada lensa Sony SEL 16mm f/2.8, tersedia adaptor optik Sony VCL-ECU1. Ingin efek distorsi khas lensa Fisheye? Jangan kuatir, karena tersedia adaptor optik Sony VCL-ECF1. Kedua adaptor optik ini diciptakan untuk bersinergi dengan lensa Sony SEL 16mm f/2.8, menciptakan horizon dan ruang pandang yang akan semakin meningkatkan kreativitas Anda. Disamping keringkasannya, lensa-lensa Sony SEL memiliki diameter ring filter dengan ukuran yang umum sehingga memudahkan Anda untuk meningkatkan kreativitas visual Anda bersama berbagai pilihan filter-filter di pasaran.

Lensa Sony SEL telah sepenuhnya dioptimalkan untuk fitur perekaman video pada Sony Alpha NEX. Dengan sistem autofokus deteksi kontras dan mekanika diafragma yang bekerja senyap, perekaman video berkualitas tinggi dapat Anda lakukan dengan lebih mudah. Resolusi optik lensa-lensa Sony SEL pun telah sepenuhnya digaransi untuk bekerja optimal dengan Sony CMOS Sensor berteknologi terkini.

Keringkasan Sony Alpha NEX beserta ragam & kualitas lensa Sony SEL bayonet E siap mengawal Anda ke gerbang kreativitas tanpa batas, kapanpun dan dimanapun.