
Lensa ini memiliki struktur optik yang unik. Dengan menggunakan cermin berkualitas khusus seperti yang selama ini dipergunakan di lensa-lensa katadioptrik untuk peneropongan bintang, lintasan cahaya di dalam sistem optik lensa ini dapat "dipatahkan", sehingga secara fisik lensa ini dapat dibuat lebih pendek daripada lensa refraktif, dengan panjang fokal yang sama. Apakah Anda pernah melihat lensa dengan panjang fokal 500mm namun dengan dimensi fisik yang sependek ini? Fakta yang paling penting dari lensa ini adalah bahwa lensa ini masih menjadi satu-satunya lensa Reflex dengan teknologi autofokus, dari sejak lensa ini diciptakan pertama kalinya oleh Minolta pada tahun 1990-an. Dan jangan lupa, kemampuan autofokus pada lensa ini berdampingan dengan indeks daya serap cahaya pada f/8, yang merupakan angka yang "sulit' ditembus oleh sistem autofokus dari semua merek kompetitornya. Pada umumnya, kamera-kamera DSLR canggih dari para kompetitor Sony sudah tidak mampu lagi menjalankan fungsi autofokusnya dengan indeks daya serap cahaya lensa pada f/8. Ketika lensa ini dipergunakan di semua tipe DSLR Sony, maka Anda akan mendapatkan keuntungan dari sistem peredam getar yang terpasang di bodi kamera. Ini menjadikan lensa ini tetap "aman" dipergunakan di kondisi pemotretan yang redup sekalipun, betapapun indeks daya serap cahayanya bersifat permanen di f/8. Dengan struktur optiknya yang tidak biasa tersebut, maka penggunaan mekanika diafragma layaknya lensa-lensa refraktif menjadi tidak dimungkinkan. Oleh sebab itu dalam penggunaannya, sangat dianjurkan menggunakan modus A (Aperture Priority) atau P (Program), agar tidak terjadi kesalahan pencahayaan. Jika Anda menghadapi situasi pencahayaan yang berlebihan sementara tingkatan ISO kamera dan kecepatan rana sudah tidak dapat mengatasinya, maka dalam pembelian lensa ini telah disertakan filter Neutral Density yang dapat membantu mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke permukaan sensor kamera. Filter ini ditempatkan di bagian belakang lensa. Dan bila Anda menyukai "efek donat" pada bidang kabur di latar belakang subjek pemotretan, maka lensa ini adalah jawaban yang paling tepat. "Efek donat" ini terutama akan terjadi bila intensitas cahaya mencukupi, dan terdapat cukup tekstur pada latar belakang subjek pemotretan. "Efek donat" ini tidak akan Anda temui di lensa manapun juga. |