You are here: Home DSLR/T Lens Sony SAL (Special) 135mm f/2.8 T[4.5] STF

sonysal135mmstf.jpg

Sony SAL 135mm f/2.8 [T4.5] STF

Dalam hal tampilan bidang blur, tidak ada yang sanggup menyamai lensa ini, Sony SAL 135mm f/2.8 [T4.5] Smooth Trans Focus. Kegunaan lensa ini sangat spesifik, yaitu untuk mereproduksi tampilan bidang blur di latar belakang subjek pemotretan, dengan sesempurna mungkin. Definisi sempurna di sini terutama diperuntukkan bagi latar belakang dengan tekstur yang ramai dan acak, seperti misalnya sekumpulan dedaunan, atau pola-pola benda yang berulang. Di tampilan tekstur latar belakang seperti inilah, lensa ini menampakkan fungsinya yang sebenarnya secara kasat mata.

Bagi mereka yang sering memotret profil manusia, khususnya yang setengah badan atau sebahu, pasti tahu benar bahwa tampilan latar belakang yang bertekstur seringkali mengganggu performa hasil foto secara keseluruhan. Ini terjadi karena tampilan latar belakang yang bertekstur ramai dan acak tersebut, seringkali tampil dengan tekstur ujung objek yang tampak meruncing, bukan membulat. Lebih parah lagi, bila pemotretan dilakukan di kondisi pencahayaan yang berlimpah dengan intensitas sinar yang kuat yang jatuh ke atas permukaan tekstur di latar belakang tersebut, maka tekstur-tekstur tersebut akan tampil dengan tambahan cacat visual berupa aberasi kromatik berwarna keunguan.

Lensa ini bertujuan untuk mengatasi itu semua. Lensa ini akan "membulatkan" dan "melembutkan" ujung-ujung dari tekstur tersebut (misalnya, ujung helaian daun), sembari di saat yang sama juga sepenuhnya mengeliminasi aberasi kromatik berwarna keunguan yang biasanya tampil di permukaan yang tajam dari tekstur tersebut. Hasilnya, foto dengan tampilan bidang blur yang terdefinisi secara sempurna. Bahkan seringkali tekstur seramai apapun di latar belakang subjek pemotretan, tampil seperti lukisan lembut.

Demikian pun dengan transisi bidang tajam menuju bidang blur, lensa ini akan membuatnya tampil secara lebih gradual, dengan transisi yang tidak tampak "kaget". Kesemuanya ini dimungkinkan dengan adanya satu elemen Apodizer berukuran besar dan tebal. Elemen Apodizer, secara gamblangnya, adalah dua elemen lensa yang direkatkan satu sama lain, dimana salah satu elemennya dilengkapi dengan bidang gelap yang berangsur berkurang semakin ke bagian tengah lensa (semacam Graduated Neutral Density, tapi dengan pola melingkar). Elemen Apodizer ini bekerjasama dengan satu unit mekanika diafragma yang diatur secara manual, yang pada lensa ini disebut sebagai "T-Stop", dan diatur lewat T-Ring. Jadi, lensa ini memiliki dua unit mekanika diafragma. Satu unit dikendalikan secara elektronis lewat kamera (F-Stop), satu lagi dikendalikan secara manual lewat lensa (T-Stop).

Kedua mekanika diafragma ini berdiri sendiri dan tidak dapat beroperasi secara bersamaan. Ketika Anda ingin mengaktifkan diafragma elektronis, maka diafragma mekanis harus di-non-aktif-kan dengan cara memutar T-Ring ke posisi "A". Namun ketika T-Ring ada di posisi T4.5 hingga T6.7, maka diafragma elektronis secara otomatis akan berada ada status non-aktif. F-Stop dipergunakan untuk pemotretan regular, dengan jangkauan pengaturan diafragma dari mulai f/4.5 hingga f/32. Namun efek optik dari lensa ini hanya akan didapatkan sepenuhnya dari penggunaan T-Stop, lewat T-Ring.

Untuk pemilihan T-Stop di T4.5, pemfokusan harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena ruang tajamnya cenderung sempit. Namun definisi kekaburan latar belakang akan Anda dapatkan secara maksimal di pilihan T-Stop ini, betapapun subjek pemotretan berada di jarak yang cukup jauh. Namun bila Anda mementingkan akurasi bidang fokus, ingin memperlebar ruang tajam, kondisi pencahayaan cerah atau subjek berada di jarak yang cukup dekat, maka pilihan T5.6 atau T6.7 akan cocok.

Lensa ini dirancang dan disusun atas material optik dan material mekanika yang terbaik. Tidaklah mengherankan jika bobot fisiknya terasa cukup signifikan dibandingkan dengan lensa sekelasnya. Lensa ini pun tercatat memiliki efisiensi pencahayaan yang sangat baik, karena dengan panjang fokal 135mm dan kekuatan diafragma f/2.8 dengan kekuatan penyerapan cahaya senilai T4.5, diameter ring filter lensa ini 72mm. Anda tidak perlu mengkhawatirkan vignetting atau semua bentuk cacat optik lainnya dengan lensa ini, karena lensa ini memang telah dirancang untuk tujuan yang spesifik.