Sensor sistem autofokus
Minolta merupakan satu dari sedikit produsen kamera yang sukses menerapkan algoritma fuzzy-logic untuk aplikasi sistem pengukuran cahaya maupun sistem autofokus pada semua jajaran kameranya, dari mulai kamera analog hingga kamera digital. Sistem ini dinamakan sebagai Multi-dimensional Predictive Focus Control. Sistem autofokus ini pertama kalinya di dunia diadaptasi oleh Minolta Dynax 7xi pada tahun 1991.

Tidak seperti sistem autofokus dari merek lain, sistem ini berbeda. Di merek lain pada era 1990-an, banyak yang mengklaim bahwa kamera ciptaan mereka sanggup memfokus benda bergerak cepat dengan sangat akurat. Tetapi pengujian di lapangan berkata lain, karena sistem yang ada hanya mampu mengakomodasi kecepatan dan pergerakan subjek pemotretan yang linear atau konstan. Ketika subjek pemotretan tiba-tiba berubah arah, tiba-tiba berubah kecepatan, atau tiba-tiba mengalami perubahan dimensi fisik, maka akurasi sistem autofokus tersebut mengalami penurunan yang sangat signifikan.
Minolta dengan Multi-dimensional Predictive Focus Control membuktikan bahwa kamera ciptaannya sanggup mengikuti pergerakan subjek pemotretan yang tak tentu arah, berubah-ubah, dengan kemungkinan perubahan pada kecepatan ataupun dimensinya. Sistem autofokus Multi-dimensional Predictive Focus Control dari Minolta terbukti sanggup menghasilkan foto-foto dengan tingkat keberhasilan fokus yang jauh lebih tinggi daripada merek kompetitor.
Teknologi ini kini tetap diteruskan di bawah bendera Sony Alpha, dan akan semakin terasa efektivitasnya ketika Anda menggunakan lensa-lensa Sony atau Carl Zeiss for Sony yang telah dilengkapi dengan motor autofokus berteknologi SSM (Super Sonic Motor). Lebih jauh lagi, sinergi ini akan menghasilkan akurasi autofokus terbaik untuk fasilitas perekaman video dan High Speed Continuous Drive dengan aktivasi autofokus hingga secepat 10 gambar per detik atau lebih, pada jajaran Sony DSLT terbaru.