Sony Alpha Exposure Metering System
Minolta tercatat sebagai merek yang paling mahir dalam riset pengukuran cahaya & warna. Akurasi perangkat pengukur cahaya dan pengukur warna yang luar biasa di seluruh jajaran kameranya dari berbagai generasi, telah membuat Minolta dipercaya untuk juga merancang sistem pengukuran cahaya dan warna bagi semua kamera Leica dan Hasselblad. Pada tahun 1968, pengukur cahaya genggam Minolta dipercaya untuk terbang bersama misi NASA ke bulan. Tanpa publikasi dan banyak omong, semua produk Minolta, KonicaMinolta hingga Sony Alpha sudah menyertakan kemampuan pengukuran cahaya, pengukuran warna dan pengukuran pencahayaan lampu kilat yang akurat di dalamnya.
Akurasi pengukuran cahaya ini pertama kalinya mendapatkan keuntungan dari penerapan teknologi fuzzy-logic pada Minolta AF generasi "xi" di tahun 1991-an. Saat itu, konfigurasi pengukuran cahayanya adalah 14 Segment Honeycomb Metering dengan teknologi Flash Metering yang tidak terlalu ditonjolkan. Ketika Minolta Dynax 9 pertama kalinya diluncurkan ke pasar di tahun 1998, teknologi Flash Metering sudah menjadi perhatian utama Minolta. Pada Minolta Dynax 9, 4 Segment Flash Metering bekerja secara simultan dengan 14 Segment Honeycomb Metering ketika fotografer menggunakan lampu kilat dedikasi Minolta. Hasilnya adalah akurasi dan penyeimbangan terbaik antara pencahayaan lampu kilat subjek utama dengan pencahayaan latar belakang.

Minolta lebih jauh mengeksploitasi teknologi Flash Metering ketika Minolta Dynax 7 diluncurkan di tahun 2000. Untuk pertama kalinya di dunia, Minolta memperkenalkan ADI Flash Metering System. ADI merupakan kependekan dari Advanced Distance Integration, dimana terjadi kerjasama antara bodi kamera dan lensa-lensa Minolta generasi "D" untuk membaca data pencahayaan sekeliling, data warna, dan data jarak subjek ke kamera; yang selanjutnya akan menghasilkan pencahayaan lampu kilat yang akurat. Lebih jauh lagi, teknologi ADI juga "membaca" pantulan-balik dari subjek-subjek yang memiliki tingkat refleksi tinggi, misalnya kaca atau material logam.
Ketika misalnya Anda memotret seseorang dengan latar belakang kaca pantul, ADI Flash Metering akan terlebih dahulu membaca dan menganalisa cahaya yang jatuh ke subjek, dan cahaya yang dipantulkan dari kaca tersebut. Setelah dikalkulasi dalam hitungan milidetik, keluarlah pancaran cahaya yang mencukupi bagi kebutuhan subjek utama, namun tetap tidak menimbulkan pantulan-balik yang mengganggu performa visual hasil foto secara keseluruhan.
Saat ini ADI Flash Metering diterapkan di semua jajaran Sony Alpha. Untuk pengukuran cahaya regularnya, kini sudah berkembang menjadi 40 Segment Honeycomb Metering (atau lebih) dengan algoritma yang semakin disempurnakan. Selain itu, untuk Sony Alpha yang dilengkapi dengan Quick AF Live View sensor ganda telah dilengkapi 1.200 Zone Multi-segment Metering ketika Quick AF Live View aktif. Akurasi setinggi ini diperlukan mengingat fasilitas Quick AF Live View harus sanggup menghadirkan simulasi pencahayaan secara real time kepada sang fotografer. Belum lagi dengan berkembangnya kemampuan fasilitas perekam video di seluruh jajaran produk Sony Alpha, menjadikan performa pengukuran cahaya sebagai hal yang semakin penting lagi.
Bersama Sony Alpha, akurasi pencahayaan dan penyinaran tidak perlu Anda kuatirkan lagi.