You are here: Home Digging Deep Technology Lensa

Teknologi riset & fabrikasi sistem optik

glensandzeiss.jpgDengan desain arsitektur optik dan desain fisik paling ringkas di kelasnya, lensa Minolta AF 24-105mm f/3.5-4.5 adalah yang pertama kalinya mendapatkan keuntungan dari kecerdasan riset dan pengembangan sistem optik Minolta. Lensa ini diteruskan produksinya di bawah bendera Sony, dengan nama Sony SAL 24-105mm f/3.5-4.5.

Minolta tercatat sebagai merek yang cukup intensif mempraktekkan sistem mekanika diafragma ganda pada lensa-lensanya, diantaranya adalah Minolta AF 28-70mm f/2.8 G dan Minolta Smooth Trans Focus (STF) 135mm f/2.8 [T4.5]. Bedanya, pada lensa Minolta AF 28-70mm f/2.8 G, hanya satu daun diafragma saja yang dapat "dimainkan", sedangkan satunya lagi lebih berfungsi sebagai pemotong luberan sinar (flare cutter). Sedangkan pada Minolta STF 135mm f/2.8 [T4.5], kedua mekanika diafragma dapat "dimainkan" untuk memperoleh efek ruang tajam tertentu. Untunglah lensa unik ini diteruskan produksinya di bawah merek Sony, dengan nama Sony SAL STF 135mm f/2.8 [T4.5].

Hingga saat tulisan ini dibuat, lensa Minolta AF 500mm f/8 Reflex adalah lensa katadioptrik (reflex) yang pertama dan satu-satunya di dunia yang dilengkapi dengan kemampuan autofokus. Produksi lensa ini diteruskan di bawah bendera Sony dengan nama Sony SAL 500mm f/8 Reflex. Kecanggihan lensa ini semata-mata tidak hanya terletak pada lensanya yang sanggup menjalankan fungsi autofokus dengan arsitektur optik katadioptrik (lintasan cahaya yang "dipatahkan" oleh cermin), tetapi juga terletak pada bodi kameranya yang sanggup menjalankan fungsi autofokus bersama lensa dengan indeks daya serap cahaya seredup f/8. Kemampuan autofokus pada lensa ini tentunya tidak lepas dari kemampuan Minolta (yang saat ini telah berganti menjadi Sony Alpha) untuk memproduksi material cermin dengan tingkat presisi dan indeks pantul terbaik di dunia, seperti yang diterapkan dalam produksi jendela bidik optik bagi Sony Alpha kelas semi-pro dan kelas profesional.

Jauh sebelum Canon menciptakan lensa super-makro Canon MP-E 65mm f/2.8 1x-5x, Minolta sudah menciptakan lensa Minolta AF 3x-1x f/1.7-2.8. Dengan perkembangan sistem Sony Alpha, kalaupun lensa ini masih ada di pasaran barang bekas buruan kolektor, harganya sangat tinggi. Sayangnya, Sony atau Carl Zeiss tidak meneruskan produksi lensa ini.

Kualitas optik Sony SAL lebih jauh lagi ditingkatkan dengan kehadiran sistem pelapisan optik generasi terbaru dari dapur Sony Alpha, yaitu Sony Nano AR Coating. Ketika pertama kalinya diperkenalkan, teknologi Sony Nano AR Coating diaplikasikan pada lensa Sony SAL 500mm f/4.0 G SSM yang diluncurkan pada tahun 2012.

Di lini akhirnya, Sony Alpha merupakan satu-satunya merek perangkat fotografi yang mendapatkan dukungan dari tiga infrastruktur optik yang terpandang di dunia. Pertama adalah sistem lensa Sony SAL yang diisi oleh para teknokrat Minolta yang diambil-alih oleh Sony. Kedua adalah sistem lensa Tamron yang saham mayoritasnya dimiliki oleh Sony. Ketiga adalah Carl Zeiss yang merupakan mitra strategis Sony selama beberapa dekade. Dengan infrastruktur optik selengkap itu, nyaris tidak ada yang mustahil untuk dilakukan oleh Sony Alpha.