Sony Alpha Grip Sensor Technology
Minolta tercatat sebagai merek pertama di dunia yang menerapkan teknologi Grip Sensor. Prinsip kerja teknologi tersebut terbilang sangat sederhana. Namun dengan menerapkan teknologi sederhana dan tepat guna itulah, Minolta kemudian menjadi merek yang sangat dicintai oleh para penggunanya. Teknologi itu diteruskan hingga ke Sony Alpha seri terkini. Grip Sensor adalah teknologi dimana Sony Alpha menanamkan dua buah kontak logam di bagian genggaman kamera. Ketika sang fotografer menggenggam kamera, maka dua kontak logam tersebut akan terhubung secara elektris oleh tangan fotografer. Ketika kontak logam ini sudah saling terhubung, maka secara otomatis seluruh sistem elektronik kamera akan aktif sehingga sang fotografer hanya tinggal menekan tombol shutter dan mengambil gambar.
Teknologi ini biasanya bersinergi dengan fasilitas penghemat energi baterai (Auto Off). Bila Anda ingin agar Sony DSLR/T Anda hemat energi baterai, maka biasanya Anda akan mengaktifkan fasilitas Auto Off di waktu jeda kamera yang sangat singkat, misalnya 30 detik atau 1 menit. Tanpa fasilitas Grip Sensor, ketika Anda terburu-buru ingin memotret dan segera meraih kamera Anda sementara kamera Anda tersebut sedang ada dalam posisi "Sleep" (Status On tapi dengan konsumsi energi paling minimal), maka Anda harus menekan setengah tombol shutter untuk mengaktifkan kembali sistem elektroniknya. Langkah ini jelas sudah membuang waktu Anda, dan berpotensi untuk menghilangkan kesempatan Anda untuk mengambil momen penting di saat itu juga dalam hitungan milidetik. Dengan Grip Sensor - bahkan ketika kamera Anda dalam keadaan "Sleep" sekalipun - seketika Anda menggenggam kamera Anda tanpa menekan setengah tombol shutter pun, maka semua sistem elektronik kamera Anda - termasuk sistem pengukuran cahaya dan sistem autofokus - akan segera aktif dan bersiaga. Beberapa milidetik setelah itu, Anda hanya tinggal menekan penuh tombol shutter untuk mengambil gambar.