You are here: Home Digging Deep Technology Eye Sensor

Sony Alpha Eye Sensor Technology

Teknologi ini merupakan ciri khas Minolta, yang diperkenalkan pertama kalinya ke dunia lewat Minolta AF SLR generasi "i" - Minolta Dynax 7000i - pada tahun 1988. Beruntunglah pengguna Sony Alpha karena teknologi ini tetap diteruskan di semua kelas Sony Alpha.


Cara kerja teknologi ini sangat sederhana. Cukup dengan menempatkan sensor cahaya persis di bawah pembidik optik, sistem elektronik kamera dapat mendeteksi kehadiran bagian muka sang fotografer yang sedang mengintip ke dalam jendela bidik optik.

Prinsip kerjanya mirip dengan Grip Sensor, yaitu dengan mengaktifkan sistem elektronik kamera segera setelah Eye Sensor mendeteksi proses pembidikan dari jendela bidik. Sama seperti halnya fasilitas Grip Sensor, Eye Sensor dapat dipadukan dengan fasilitas penghemat energi baterai kamera untuk menghemat konsumsi energi kamera namun di satu sisi tetap mempertahankan respon kamera untuk momen-momen tidak terduga. Selain itu, fasilitas Eye Sensor juga akan secara otomatis memadamkan tampilan informasi parameter pemotretan di layar LCD Sony Alpha Anda ketika Anda membidik kamera. Ini merupakan fitur yang berguna untuk mengurangi konsumsi baterai kamera Anda secara signifikan.

eyesensor.jpg

Bedanya, fasilitas Grip Sensor tidak ada di semua jajaran Sony Alpha, sedangkan fasilitas Eye Sensor ada di semua jajaran Sony Alpha. Ini dikarenakan fasilitas Grip Sensor memiliki satu kendala, yaitu ketika sang fotografer sedang menggunakan sarung tangan. Sarung tangan menghalangi kontak elektris dari tangan sang fotografer, sehingga dalam kondisi tersebut kinerja Grip Sensor tidak bisa selalu efektif. Berbeda dengan fasilitas Eye Sensor yang bersifat lebih universal dan tidak terlalu terkendala oleh hal-hal non-teknis seperti itu.

Satu catatan penting, fasilitas Eye Sensor ini lebih cocok digunakan oleh mereka yang sering melepaskan kamera dari genggamannya, namun sewaktu-waktu yang tidak diduga dapat langsung mengambil gambar. Fasilitas Eye Sensor kurang cocok digunakan oleh fotografer yang - misalnya - mengalungkan kameranya di dada sepanjang hari. Ketika ada dalam kondisi semacam ini, justru kamera akan terus-menerus aktif dan menghabiskan energi baterai.

Untuk itu ada dua pilihan, yaitu pertama adalah dengan mengaktifkan Grip Sensor dan me-non-aktifkan Eye Sensor. Pilihan kedua adalah dengan sepenuhnya me-non-aktifkan fasilitas Eye Sensor. Jadi, untuk aktivasi sistem elektronik kamera dari posisi "Sleep", Anda harus menekan setengah tombol shutter dahulu.

Anda tidak perlu kuatir. Betapapun canggihnya Sony menciptakan sebuah kamera, tetap saja semuanya dapat dipersonalisasikan sesuai dengan kebutuhan Anda.