Anti-debu di permukaan sensor
Memang benar bahwa Sony bukan merek pertama yang menciptakan sistem anti-debu pada sensor. Faktanya, Sony adalah merek yang dari sejak awal kemunculan DSLR pertamanya - yaitu Sony DSLR-A100 - telah menerapkan teknologi ini, disaat merek-merek besar lainnya belum menerapkan teknologi ini. Cara kerjanya cukup sederhana, yaitu dengan menggetarkan permukaan sensor pada frekuensi tertentu agar debu yang menempel di permukaan sensor berjatuhan dan menempel di permukaan bersifat adhesive yang diletakkan di bawah modul sensor. Penggetaran ini dilakukan oleh unit peredam getar yang tertanam di sensor seluruh Sony DSLR/T.
Untuk meningkatkan efektivitas kinerja sistem anti-debu ini, low-pass filter yang ada di depan permukaan sensor dilapisi dengan lapisan anti-statik khusus agar tidak mudah mengundang kehadiran debu di permukaan sensor. Dengan demikian Anda dapat sepenuhnya yakin bahwa di kondisi pemotretan paling tidak bersahabat sekalipun, hasil foto Anda akan terbebas dari titik-titik debu di permukaan sensor yang berpotensi mengganggu keindahan tampilan hasil foto.

Sedikit berbeda dengan apa yang ada di sistem Sony Alpha NEX, dimana peredam getarnya ditanamkan di sistem optik, bukan di sistem sensor. Untuk itu, penggetaran dilakukan di low-pass filter saja dengan frekuensi ultrasonik sehingga menjamin rontoknya setiap debu sekecil apapun dari atas permukaan sensor. Sistem pengusir debu di Sony Alpha NEX dirancang untuk tugas pengusiran debu yang lebih berat, karena sensor Sony Alpha NEX secara langsung terpapar dengan udara luar ketika lensanya dilepas. Berbeda dengan Sony DSLR/T yang sensornya terlindungi oleh cermin pantul dan tirai rana.